Hal Yang Perlu Di Perhatikan Penderita Magg Menjelang Ramadhan





Solusi kita - Telat makan dan perut kosong yakni pantangan besar bagi penderita maag. Namun di dikala bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk tidak makan selama kurang lebih 14 jam. Untuk itu, penderita maag wajib memperhatikan banyak sekali hal menyerupai kondisi kesehatan dan asupan makanan serta minuman. 

"Tentu saja segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik supaya puasa kali ini semakin baik dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya yakni mempersiapkan kesehatan, terutama penyakit kronis. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai pelaksanaan puasa sesuai dengan kondisi badan atau penyakit yang diderita," ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth, Sabtu (27/4/2019).

Sementara bagi penderita maag, lanjut dr. Helmin, puasa bisa menciptakan waktu makan lebih teratur dan pengeluaran asam lambung pun lebih teratur. Sehingga keluhan sakit maag akan berkurang walaupun pada awal puasa banyak yang mengeluh sakit maag kambuh. 



"Hal ini disebabkan adaptasi lambung terhadap perubahan contoh makan. Biasanya dengan melaksanakan puasa dengan baik dan niat yang kuat, sakit maagnya juga bisa dicegah dan bisa sembuh," sambung dr. Helmin.

Selain itu, dr. Helmin juga menyarankan untuk memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi dikala sahur maupun berbuka. Ia menyarankan dikala sahur harus makan sebanyak 30% dari kebutuhan makan sehari yang terdiri dari sumber karbohidrat kompleks menyerupai nasi merah, kentang dengan kulitnya, dan roti gandum.





Ini penting lantaran sumber karbohidrat kompleks dengan tinggi serat bisa menciptakan peresapan karbohidrat berlangsung sedikit demi sedikit sehingga akan menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa. Alhasil, sumber energi akan tetap tersedia di siang hari.

"Konsumsi juga sumber protein dan lemak menyerupai ikan, ayam tanpa kulit, tahu dan tempe, serta sayur-mayur. Lalu 10-15 menit sebelum imsak, makan lebih kurang 10% dari kebutuhan kalori yang terdiri dari buah-buahan 3-5 porsi buah dimakan dengan kulitnya atau diblender. Jangan lupa minum air 4 gelas selama sahur hingga menjelang imsak," kata dr. Helmin.

Lalu dikala berbuka puasa, makan sebanyak 50% dari kebutuhan makan sehari, dimulai berbuka dengan minuman yang elok tetapi menyehatkan menyerupai jus atau sari buah dari 2-3 macam buah dengan kandungan air yang tinggi menyerupai jeruk, melon, dan semangka.

"Setelah sholat magrib makan besar yang lengkap mengandung karbohidrat kompleks menyerupai nasi merah, kentang dengan kulitnya, roti gandum. Lalu protein dan lemak menyerupai ikan, ayam tanpa kulit, putih telur, tahu dan tempe, lengkapi dengan sayur dan buah. Tetapi harus diingat makanlah secara bertahap, jangan eksklusif melahap makanan berat tapi mulai dulu dari yang ringan," terperinci dr. Helmin.

Setelah sholat tarawih atau sebelum tidur, ujar dr. Helmin, makan camilan sebanyak 10% kebutuhan makan sehari atau makanlah buah-buahan. Pastikan juga untuk minum minimal 4 gelas air semenjak berbuka hingga dikala menjelang tidur.

"Hindari makanan yang berlemak, goreng-gorengan, santan, mie, sayuran yang membentuk banyak gas menyerupai kol, sawi, lobak, serta hindari makanan terlalu pedas, kopi, minuman bersoda, dan minuman mengandung alkohol," lanjutnya.

Selain itu, semoga kesehatan lambung tetap terjaga dan terhindar dari sakit maag, konsumsi nutrisi embel-embel yang mengandung ekstrak kunyit, temulawak, dan jinten hitam. Kandungan kunyit dan temulawak berfungsi sebagai anti tukak lambung, meningkatkan sekresi musin, menurunkan sekresi asam lambung, dan mengurangi peradangan. Fungsi lainnya yakni antispasme dan anti flatulent, meningkatkan enzim lipase, sukrase dan maltase, melindungi dan memperbaiki sel hati, serta sebagai antioksidan.




"Sedangkan jintan hitam bisa mencegah terjadinya dyspepsia dan tukak, mencegah terjadinya kerusakan sel hati atau hepatoprotektif, serta sebagai antioksidan," sambung dr. Helmin.

Untuk mendapat manfaat dari kunyit, temulawak, dan jintan hitam, konsumsi H2 Zativa. Kandungannya bisa membantu memelihara kesehatan fungsi pencernaan dan membentuk lapisan mukosa dinding lambung sehingga mengurangi frekuensi bahkan menghilangkan kemungkinan maag kambuh














terkait - menjelang ramadhan 2019,menjelang ramadhan mohon maaf,menjelang ramadhan apa yang harus kita lakukan,menjelang ramadhan tiba,menjelang ramadhan minta maaf,menjelang ramadhan berapa hari lagi,menjelang ramadhan 2018,menjelang ramadhan malaikat jibril berdoa,menjelang simpulan ramadhan,ucapan menjelang ramadhan arab,ucapan menjelang ramadhan animasi,doa menjelang simpulan ramadhan,kultum menjelang simpulan ramadhan,ucapan menjelang simpulan ramadhan,amalan menjelang simpulan ramadhan,nasehat menjelang simpulan ramadhan,renungan menjelang simpulan ramadhan,do a menjelang ramadhan,menjelang bulan ramadhan,menjelang bulan ramadhan 2018,menjelang berakhirnya ramadhan,menjelang bulan ramadhan 2017,ceramah menjelang ramadhan,caption menjelang ramadhan,cerita menjelang ramadhan,ucapan menjelang ramadhan untuk calon mertua,cobaan menjelang ramadhan,ucapan menjelang ramadhan dalam bahasa inggris,ucapan menjelang ramadhan dalam bahasa sunda,ucapan menjelang ramadhan dalam bahasa arab