3 Mitos tentang Oli Motor yang Perlu Anda Ketahui

 


Ganti oli motor merupakan salah satu perawatan kendaraan yang harus rutin dilakukan oleh setiap pengendara. Sebab, oli berfungsi untuk menjaga siklus kerja mesin dan performa motor secara keseluruhan. Untuk itu, memahami ciri-ciri oli sudah harus diganti maupun seluk-beluk tentang oli sepenuhnya perlu Anda ketahui. Jangan sampai Anda mengalami kerugian karena memercayai mitos-mitos berikut!

1.    1.  Oli yang menghitam tandanya wajib diganti

Mitos pertama tentang oli berkaitan dengan warna pelumas. Ya, banyak pihak yang mengatakan jika oli yang berwarna hitam atau menggelap berarti pelumas motor Anda sudah kotor dan harus segera diganti. Padahal, warna oli yang menghitam bukan tanda bahwa oli motor Anda sudah kotor dan tidak dapat berfungsi dengan normal lagi. Pasalnya, ada beberapa jenis oli memang akan cepat berubah menjadi gelap karena sifat aditif yang dimilikinya. Kandungan aditif pada oli sebetulnya berguna untuk membersihkan mesin motor Anda ketika bekerja. Contoh pelumas yang mempunyai sifat ini bisa Anda lihat dalam tautan berikut: https://ilti.idemitsu.com/cara-mudah-ganti-oli-motor-dan-mobil-yuk-coba-sendiri-di-rumah/.

2.  2.   Ganti oli setiap sekian ribu kilometer

Jika Anda melakukan pencarian di internet, banyak artikel yang membahas tentang waktu tepat untuk penggantian oli. Ada yang menyebut Anda wajib mengganti oli motor Anda setiap 2.000 kilometer, namun ada pula yang mengatakan setiap 3.000 kilometer. Nah, inilah mitos kedua tentang oli motor yang perlu Anda ketahui. Angka tersebut tidak bisa dipatok pada semua motor yang ada di jalanan. Hal ini dipengaruhi oleh jarak tempuh serta cara mengemudi setiap pemilik motor. Beberapa jenis oli berkualitas bahkan bisa membuat motor seseorang melaju dengan baik di jarak yang lebih panjang. Maka dari itu, cara terbaik untuk mengetahui kapan Anda harus mengganti oli motor Anda ialah melihat buku panduan kendaraan (cbac.com).

3.   3.   Jika pernah menggunakan oli sintetis, tidak bisa gunakan oli mineral

Berdasarkan bahan bakunya, oli motor terbagi ke dalam 3 jenis: mineral, semisintetik, dan sintetik penuh. Oli mineral terbuat dari dasar oli yang diolah dari minyak bumi, oli semisintetik merupakan campuran antara oli mineral dan oli sintetik penuh, sedangkan oli sintetik penuh menggunakan dasar oli yang sudah disuling beberapa kali. Nah, mitos ketiga tentang oli berkaitan dengan hal ini.

Mengutip situs Christian Brothers Automotive, mitos ini entah bermula dari mana. Namun tidak sedikit orang berpendapat jika motor yang sudah pernah menggunakan oli sintetis tidak bisa menggunakan oli mineral. Alasannya karena oli sintetis melewati proses produksi yang lebih panjang dan tidak 100% alami. Padahal, oli sintetis penuh sekalipun tetap manggunakan bahan dasar oli yang sama dengan oli mineral. Jadi, menggunakan oli mineral setelah memakai oli sintetis itu tidak masalah.

Itu dia 3 mitos tentang oli yang cukup sering beredar di masyarakat. Semoga informasi dalam artikel ini bisa membantu Anda memahami oli dengan lebih baik, ya.